Rabu, 26 Agustus 2015

Tank T-55: Tank Klasik Soviet, Veteran Konflik Lokal

T-55 hampir menjadi tipikal tank Soviet—sama seperti T-34—karena diproduksi massal dan didistribusikan ke seluruh dunia selama 60 tahun terakhir. Meski kalah oleh rival NATO-nya di padang pasir perang Arab-Israel, di tangan komandan yang berbakat, T-55 bisa menjadi andalan untuk konflik lokal di paruh kedua abad ke-20, menapakkan jejak mendalam di negeri nan jauh.



Foto: Nikolai Akimov; Vladimir Peslyak/TASS 

Tak lama setelah Uni Soviet memasukkan tank T-54 dalam perbendaharaan senjatanya pada akhir 1940-an, kompetisi senjata antara bekas sekutu Perang Dunia II meningkat tajam, dan kedua pihak memperebutkan supremasi di semua lingkup pertahanan dan produksi senjata. Bagi Uni Soviet, tank bisa menggambarkan kekuatan militer di darat, dan tank-tank tersebut selalu menjadi mimpi buruk bagi Eropa selama beberapa dekade.

Tantangan Soviet bersambut. AS meluncurkan tank tempur AS M48 Patton III, dan Inggris mengeluarkan tank tempur Centurion, dan pada 1959 AS mengawali debut tank tempur utama mereka, M60. Modifikasi Mk.10 Centurion juga membuat perancang tank Soviet harus bekerja lembur untuk memperbaharui tank sesuai dengan spesifikasi tercanggih saat itu.