Selasa, 31 Maret 2015

Mengenang Uni Soviet ( Part III )

Politik

Terdapat tiga tingkat kekuasaan di Uni Soviet: kekuasaan legislatif yang dijalankan oleh Majelis Agung, pemerintah yang dijalankan oleh Dewan Menteri, serta Partai Komunis, satu-satunya partai yang legal dan menjadi pembuat kebijakan utama di negara tersebut.

Pembagian administratif
Secara konstitusional, Uni Soviet merupakan gabungan dari 14 Republik Sosialis Soviet (RSS) dan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFS Rusia), meski kekuasaan Partai Komunis yang sangat besar membuat sebutan "uni" menjadi hanya sekadar nama saja.

Traktat Pembentukan Uni Soviet ditandatangani pada tanggal 30 Desember 1922 oleh pemimpin empat republik, yaitu RSFS Rusia, RSFS Transkaukasia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia. Pada tahun 1924, saat pelaksanaan program delimitasi nasional di Asia Tengah, dibentuklah RSS Uzbekistan dan RSS Turkmenistan, menempati daerah yang dulunya merupakan bagian dari RSSO Turkestan di RSFS Rusia dan dua dependensi Soviet, RSR Khwarezmia dan RSR Bukhara. Pada tahun 1929, dibentuklah RSS Tajikistan, terpisah dari RSS Uzbekistan. Dengan berlakunya Konstitusi 1936, anggota RSFS Transkaukasia, yaitu Georgia, Armenia, dan Azerbaijan, ditingkatkan statusnya menjadi republik, sedangkan Kazakhstan dan Kirgizstan dipisahkan dari RSFS Rusia.



Selanjutnya, pada bulan Agustus 1940, dibentuklah RSS Moldova yang menempati daerah yang dulunya milik RSS Ukraina serta daerah Bessarabia dan Bukovina Utara. Uni Soviet juga mencaplok negara-negara Baltik, lalu membentuk RSS Estonia, RSS Latvia, dan RSS Lituania. RSS Karelo-Finlandia dipisahkan dari RSFS Rusia pada bulan Maret 1940, tetapi disatukan kembali pada tahun 1956. Antara bulan Juli 1956 hingga September 1991, ada 15 republik anggota Uni Soviet.

Meski sebenarnya semua republik mempunyai kedudukan yang sama, nyatanya Uni Soviet didominasi oleh RSFS Rusia sebagai republik yang paling besar dan kuat. Oleh karena itu, hingga tahun 1980-an, banyak orang yang salah kaprah menyebut Uni Soviet sebagai "Rusia".





Peta Uni Soviet (1956–1991)

Keterangan :

#     Republik


     1. SFSR RSFS Rusia

     2. SSR RSS Ukraina

     3. RSS Byelorusia

     4. RSS Uzbekistan

     5. RSS Kazakhstan

     6. RSS Georgia
 

     7. RSS Azerbaijan

     8. RSS Lituania

     9. RSS Moldova

     10. RSS Latvia

     11. RSS Kirgizstan

     12. RSS Tajikistan

     13. RSS Armenia

     14. RSS Turkmenistan

     15. RSS Estonia


Ekonomi




DneproGES, salah satu pembangkit listrik tenaga air di Uni Soviet.

Uni Soviet adalah negara pertama yang mengadopsi sistem ekonomi terencana, di mana produksi dan distribusi dilakukan secara terpusat dan dikendalikan oleh pemerintah. Sistem ekonomi terencana yang diterapkan pada masa-masa awal kekuasaan Bolshevik adalah peraturan Perang Komunisme yang di antaranya termasuk nasionalisasi industri, penyatuan distribusi hasil produksi, rekuisisi koersif produksi pertanian, dan percobaan menghilangkan peredaran uang, termasuk perusahaan pribadi dan perdagangan bebas. Peraturan itu ternyata malah menyebabkan perekonomian Rusia pra-Uni Soviet kolaps sehingga pada tahun 1921, Lenin menggantinya dengan Kebijakan Ekonomi Baru yang melegalkan kembali perdagangan bebas dan kepemilikan bisnis secara kecil-kecilan. Perekonomian pun dengan cepat bangkit kembali.

Pada awal tahun 1940-an, perekonomian Uni Soviet menjadi relatif makmur, tetapi hanya sedikit produk buatan Soviet yang diperdagangkan secara global.

Setelah pembentukan Blok Timur, perdagangan dengan negara lain mulai meningkat. Meski demikian, sistem perekonomian Soviet masih berdasar pada harga tetap dan monopoli perdagangan luar negeri oleh negara.  Gandum dan barang kebutuhan rumah tangga merupakan barang impor utama Uni Soviet pada tahun 1960-an. Selama perlombaan senjata pada masa Perang Dingin, Uni Soviet banyak menghabiskan anggarannya untuk belanja militer. Pada masa itu, Uni Soviet juga menjadi pengekspor senjata terbesar ke negara-negara Dunia Ketiga. Banyak sumber daya Soviet dalam jumlah besar yang dialokasikan ke negara-negara sosialis.

Sejak tahun 1930-an hingga kolaps pada akhir tahun 1980-an, Uni Soviet secara praktis hampir tidak pernah mengubah kebijakan ekonominya. Perekonomian disusun secara terpusat, lalu dilaksanakan oleh Gosplan dan diorganisasikan dalam rencana lima tahun. Pada praktiknya, rencana ini seringkali tidak berjalan sebagaimana mestinya karena banyaknya intervensi dari penguasa. Semua keputusan ekonomi ditentukan oleh pemimpin politik.

Beberapa layanan dasar untuk masyarakat didanai oleh pemerintah, misalnya layanan pendidikan dan kesehatan. Di sektor industri, industri alat berat dan pertahanan diberikan prioritas lebih tinggi daripada barang kebutuhan rumah tangga. Barang kebutuhan rumah tangga di luar kota-kota besar terkadang mengalami kelangkaan, yang ada pun bermutu rendah dan tidak banyak pilihan. Dengan sistem ekonomi terpusat, pelanggan hampir tidak berpengaruh dalam proses produksi sehingga perubahan permintaan terhadap barang oleh konsumen yang pendapatannya lebih tinggi tidak dapat dilakukan.

Meski statistik dan pertumbuhan ekonomi Uni Soviet sulit diperkirakan secara pasti, diperkirakan ekonomi Soviet terus tumbuh hingga pertengahan tahun 1980-an. Selama dekade 1950-an dan 1960-an, pertumbuhan ekonominya lumayan tinggi dan sebanding dengan negara-negara Barat. Akan tetapi, setelah tahun 1970-an, pertumbuhan ekonomi itu mulai stagnan meski masih tumbuh secara positif.


Pada tahun 1987, Mikhail Gorbachev mencoba memperbaiki dan mereformasi ekonomi melalui program perestroika. Kebijakan itu melonggarkan kendali negara atas perusahaan, tetapi tidak diikuti dengan insentif pasar sehingga terjadi penurunan tajam pada hasil produksi. Perekonomian negara yang sudah terpengaruh akibat berkurangnya nilai ekspor minyak pada tahun 1980-an mulai kolaps. Akan tetapi, hampir sebagian besar properti masih dimiliki pemerintah setelah bubarnya Uni Soviet. Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga pembubarannya, perekonomian Uni Soviet merupakan yang terbesar kedua di dunia berdasarkan PDB (PPP), meski jika dilihat berdasarkan PDB per kapitanya, Uni Soviet masih berada di bawah negara-negara Barat.


Energi




Perangko Uni Soviet yang memperingati 30 tahun berdirinya Badan Energi Atom Internasional.

Kebutuhan bahan bakar di Uni Soviet turun pada tahun 1970-an sampai 1980-an. Sejarawan David Wilson mengatakan bahwa industri gas akan memenuhi 40 persen produksi bahan bakar Soviet di akhir abad ke-20. Teori ini akhirnya tidak terbukti karena Uni Soviet bubar sebelum abad ke-20 berakhir. Secara teoretis, semestinya Uni Soviet bakal mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 2-2,5 persen pada dekade 1990-an karena ladang energinya yang besar.


Pada tahun 1991, Uni Soviet memiliki jalur pipa sepanjang 82.000 km untuk menyalurkan minyak bumi dan 206.500 km untuk menyalurkan gas alam. Uni Soviet merupakan negara pengekspor minyak bumi dan turunannya, gas alam, logam, kayu, produk pertanian, senjata, mesin, serta peralatan militer. Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Uni Soviet sangat bergantung pada ekspor minyak mentah untuk mendapatkan dana. Puncaknya, pada tahun 1988, Uni Soviet menjadi produsen terbesar dan pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.


Ilmu pengetahuan dan teknologi




Perangko Uni Soviet yang menggambarkan orbit Sputnik.

Uni Soviet memberikan perhatian besar pada ilmu pengetahuan dan teknologi selain perekonomiannya, misalnya dengan meluncurkan satelit luar angkasa pertama di dunia. Meski demikian, sebagian besar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini ditujukan untuk kepentingan militer. Lenin percaya bahwa Soviet tidak akan pernah bisa menjadi negara maju jika tidak mengembangkan teknologi. Pemerintah Uni Soviet mewujudkan kata-kata Lenin itu dengan mengembangkan organisasi penelitian, pengembangan, dan jaringan secara masif. Pada tahun 1989, ilmuwan Soviet menjadi yang terbaik di dunia dalam banyak bidang seperti fisika energi, beberapa cabang kedokteran, matematika, metalurgi, dan teknologi militer. Akan tetapi, karena rencana pengembangan negara dan birokrasi yang kaku, Uni Soviet secara teknologi masih berada di belakang negara-negara maju lainnya dalam bidang kimia, biologi, dan komputer.

Transportasi




Bendera Aeroflot di era Soviet.

Transportasi merupakan komponen penting dalam perekonomian Uni Soviet yang dibuktikan dengan tersedianya berbagai moda transportasi darat, laut, dan udara. Pemusatan ekonomi pada akhir tahun 1920-an dan 1930-an berhasil mengembangkan infrastruktur secara besar-besaran, terutama dengan dibentuknya Aeroflot, perusahaan penerbangan milik negara.

Transportasi kereta api di Uni Soviet dulunya merupakan transportasi rel terbesar dan paling banyak digunakan di dunia, pengembangannya juga lebih baik daripada negara-negara Barat. Pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, para ekonom Soviet menganjurkan pembangunan lebih banyak jalan untuk memberi alternatif transportasi selain kereta api yang sudah kelebihan beban sekaligus meningkatkan anggaran negara. Jaringan jalan dan industri mobil tidak berkembang, jalan-jalan di luar kota besar pun berkualitas buruk. Proyek perawatan jalan Soviet terbukti tidak dapat menjaga kualitas jalan di negara itu. Di sisi lain, industri otomotif mengalami pertumbuhan lebih tinggi daripada konstruksi jalan yang tersedia. Jaringan jalan yang dibiarkan berkualitas buruk membuat pertumbuhan permintaan terhadap transportasi publik semakin tinggi. Armada dagang Soviet merupakan salah satu yang terbesar di dunia.


Ringkasan


Bendera uni soviet




Lambang negara uni soviet


Uni Republik Sosialis Soviet
Nama lain Uni Soviet
Союз Советских Социалистических Республик
Soyuz Sovetskih Sotsialisticheskih Respublik


Semboyan
Пролетарии всех стран, соединяйтесь!
(Proletarii vsekh stran, soyedinyaytes'!)
Bahasa Indonesia: Pekerja di dunia, bersatulah!


Ibu kota     Moskwa
Bahasa     Rusia, bahasa lain
Agama     Ateisme
Pemerintahan     Negara federasi bersistem politik satu partai Marxis-Leninis
Sekretaris Jenderal    
 -      1922–1952     Josef Stalin (pertama)
 -      1991     Vladimir Ivashko (terakhir)
Kepala Negara    
 -      1922–1938     Mikhail Kalinin (pertama)
 -      1988–1991     Mikhail Gorbachev (terakhir)
Kepala Pemerintahan    
 -      1922–1924     Vladimir Lenin (pertama)
 -      1991     Ivan Silayev (terakhir)
Badan legislatif     Majelis Agung
 -      Majelis tinggi     Dewan Kesatuan
 -      Majelis rendah     Dewan Kebangsaan
Sejarah    
 -      Didirikan     30 Desember 1922
 -      Dibubarkan     26 Desember 1991
Luas
 -      1991     22.402.200 km² (8.649.538 mil²)
Populasi
 -      Perkiraan 1991     293.047.571
     Kepadatan     13,1 /km²  (33,9 /mil²)
Mata uang     Rubel (руб) (SUR)
Kode Internet     .su2
Kode telepon     +7
Pendahulu    
    RSFS Rusia
    RSFS Transkaukasia
    RSS Ukraina
    RSS Byelorusia

 

Pengganti   
Rusia    
Georgia    
Ukraina    
Moldova    
Belarus    
Armenia    
Azerbaijan    
Kazakhstan    
Uzbekistan    
Turkmenistan    
Kirgizstan    
Tajikistan    
Estonia3    
Latvia3    
Lituania3    

 

1. Pada tanggal 21 Desember 1991, sebelas republik (dengan republik keduabelas, Georgia, hadir sebagai pengamat) mendeklarasikan pembentukan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Almaty, Kazakhstan, yang mengakhiri keberadaan Uni Soviet.

2. Diterapkan pada tanggal 19 September 1990 dan masih digunakan sampai sekarang.


3.Estonia, Latvia, dan Lituania menganggap mereka tidak pernah masuk ke dalam Uni Soviet.
Rusia menganggap Estonia, Latvia, dan Lituania sebagai republik konstituten legal dari Uni Soviet dan penerus negara-negara Baltik modern.


Amerika Serikat dan banyak negara lainnya tidak mengakui pencaplokan Estonia, Latvia, dan Lituania ke dalam Uni Soviet sebagai tindakan yang sah.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Soviet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.