Tampilkan postingan dengan label PERTEMPURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERTEMPURAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2015

Perang Utara Raya, Tukar Nasib Antara Swedia & Rusia



gambar ini hanya ilustrasi

Swedia adalah nama dari negara yang terletak di Skandinavia, sebuah semenanjung besar di Eropa Utara. Selain Swedia, negara lain yang juga menempati Skandinavia adalah Norwegia & Finlandia. Di masa kini, Swedia lebih dikenal sebagai negara makmur yang lebih banyak mengambil sikap pasif dalam politik dunia internasional. Namun lain halnya jika kita mundur menuju beberapa abad sebelumnya. Di abad ke-17, Swedia memiliki politik luar negeri yang agresif dengan wilayah kekuasaan yang mencakup sebagian besar Skandinavia & pesisir Laut Baltik. Namun pasca terjadinya Perang Utara Raya di awal abad ke-18, Swedia mengalami kemerosotan kekuatan hingga akhirnya menjadi seperti sekarang

Perang Utara Raya (Great Northern War; Stora Nordiska Kriget) adalah sebutan untuk perang yang mengambil tempat di Eropa bagian utara pada tahun 1700 hingga 1721. Dalam perang ini, Swedia terlibat pergumulan dengan koalisi negara-negara yang terdiri dari Rusia, Denmark-Norwegia, Polandia-Lithuania, serta negara-negara lain yang baru melibatkan diri belakangan seperti Inggris, Hanover, & Prusia. Selain dengan nama "Perang Utara Raya", perang yang sama juga dikenal dengan nama Perang Utara ke-2 untuk membedakannya dari perang antara Swedia & Polandia di pertengahan abad ke-17 yang juga mengambil tempat di Eropa bagian utara.

Selasa, 17 Maret 2015

Pertempuran Moskow



Generaloberst Heinz Wilhelm Guderian bersama pasukannya dalam Operasi Barbarossa, ketika musim dingin masih belum tiba dan gerak maju pasukan Hitler masih laju, 20 Agustus 1941.

Pertempuran Moskow merujuk kepada upaya pertahanan ibukota Soviet, Moskwa, dan serangan balik terhadap pasukan Jerman yang berlangsung antara Oktober 1941 dan Januari 1942 di Front Timur pada Perang Dunia II.

Pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman dan sekutu-sekutunya menyerang Uni Soviet secara mendadak. Setelah berhasil menghancurkan sebagian besar kekuatan udara Uni Soviet pada saat masih berada di daratan, pasukan Jerman berhasil masuk jauh kedalam wilayah soviet dengan menggunakan taktik perang kilat atau Blitzkrieg. Divisi lapis baja dengan memakai gerakan menjepit berhasil memerangkap dan menghancurkan hampir keseluruhan tentara Soviet yang tersisa. Pasukan Jerman sendiri terbagi menjadi tiga divisi yaitu Divisi Utara yang bertugas untuk menguasai Leningrad, Divisi Tengah yang bertugas merebut Moskow, dan divisi Selatan yang bertugas merebut wilayah.

Rabu, 18 Februari 2015

Pertempuran Khalkhin Gol (Nomonhan)


Pasukan Soviet dalam pertempuran di Khalkhin Gol

Jika kita melihat peta dunia yang dicetak sebelum tahun 1990, maka kita bisa melihat bahwa luas wilayah Jepang & Uni Soviet (sekarang Rusia) jika dibandingkan ibarat bumi & langit. Bila wilayah Jepang tidak sampai separuh luas wilayah Indonesia, maka Uni Soviet merupakan negara terbesar di dunia yang wilayahnya membentang mulai dari daratan Eropa hingga ujung Asia. Namun siapa yang menyangka bahwa walaupun luas wilayah keduanya berbeda jauh, Jepang pernah menantang Uni Soviet dalam serangkaian pertempuran menjelang pecahnya Perang Dunia II?

Konflik antara Jepang & Uni Soviet menjelang Perang Dunia II berlangsung pada tahun 1939. Selain kedua negara tersebut, negara Mongolia & Manchukuo juga ikut terlibat. Bila Mongolia yang dikuasai oleh rezim komunis memihak Uni Soviet, maka Manchukuo yang rezimnya didirkan oleh militer Jepang sudah pasti berada di pihak Jepang. Hasil dari pertempuran terakhir antara Jepang & Uni Soviet secara tidak langsung juga ikut mempengaruhi alur Perang Dunia II di mana walaupun Jepang & Uni Soviet berada di kubu yang berseberangan, keduanya tidak pernah terlibat konflik secara langsung hingga minggu-minggu terakhir Perang Dunia II.

Minggu, 28 Desember 2014

Perang Soviet - Afghanistan (Akhir)


Pemberontakan Afghanistan

Pertengahan tahun 1980, Pergerakan Perlawanan Afganistan mau menerima bantuan dari Amerika Serikat, Inggris, Republik Rakyat Cina, Arab Saudi, Pakistan, dan lain-lain. Jadi, gerilyawan Afganistan telah dilengkapi dengan senjata dan dana, kebanyakan gerilyawan itu telah dilatih oleh Amerika Serikat dan Pakistan. Amerika Serikat melihat konflik di Afganistan adalah bagian dari perjuangan Perang Dingin, dan CIA menyediakan bantuan untuk pasukan Anti-Soviet melalui ISI Pakistan, dalam program yang disebut Operasi Taufan.

Pergerakan yang sama terjadi di dunia Muslim, membawa kesatuan yang dipanggil Arab Afganistan (dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan sebagai "pejuang kebebasan"), pejuang luar negeri direkruit dari Dunia Muslim untuk melaksanakan jihad melawan komunis. Dicatat kalau di antara mereka, ada seorang anak muda Arab Saudi bernama Osama bin Laden, dimana grup Arab ang ikut dalam Al-Qaeda. Pemerintah Amerika Serikat mempertahankan bantuannya kepada Mujahidin, dan parsitipasi Osama Bin Laden dalam konflik ini tidak ikut dalam program CIA. Program Amerika Serikat membuat sistem keuangan yang mirip muncul di Dunia Muslim Arab. Donasi Amerika Serikat adalah FIM-92 Stinger, misil anti serangan udara systems, yang meningkatkan jumlah kehilangan pesawat Uni Soviet. Namun, banyak komandan lapangan, termasuk Ahmad Shah Massoud, menyatakan kalau dampaknya lebih besar. Juga, saat para pemberontak dapat menembak pendaratan pesawat dan lepas landasnya pesawat dari lapangan udara, anti misil Flare, keefesiennya terbatas.



Pemimpin Mujahidin memperhatikan operasi sabotase. Banyak sekali aksi-aksi sabotase seperti merusak jalur pipa, merusak stasiun radio, mengebom kantor pemerintah, hotel, bioskop, dan lain-lain. Dari tahun 1985 sampai 1987, lebih dari 1800 aksi terorisme terjadi. Di daerah perbatasan dengan Pakistan, Mujahidin menembakan 800 roket setiap hari. Di antara April 1985 dan Januari 1987, mereka membawa lebih dari 23.500 serangan amunisi dan dengan target pemerintah. Mujahidin menyelidiki posisi penembakan dimana mereka normalnya berlokasi di dekat desa sampai jarak dari pos artileri Soviet. Mereka menaruh orang-orang pedesaan dalam bahaya kematian karena pembalasan dendam Soviet. Mujahidin menggunakan ranjau darat secara besar-besaran, mereka akan memperoleh layanan dari penduduk lokal dan termasuk anak-anak.

Rabu, 24 Desember 2014

Perang Soviet - Afghanistan (Part II)



Benteng pasukan ke-40 Uni Soviet di Kabul, 1987. Sebelum distribusi pasukan, bangunan ini adalah Istana Tajbeg dimana Amin dibunuh.

Distribusi Pasukan Soviet

Pilihan untuk Campur Tangan
Uni Soviet memutuskan untuk memberi bantuan kepada Afganistan untuk menjalankan revolusi. Pemimpin Soviet, berdasarkan informasi dari KGB, merasa bahwa Amin menstabilisasikan situasi di Afghanistan. KGB di Kabul telah memperingatkan orang yang hendak mengkudeta Amin dan pembunuh Taraki bahwa kepemimpinan Amin akan menuju ke "represi kasar", dan hasilnya aktivasi dan konsolidasi oposisi. Soviet mendirikan komisi khusus di Afganistan, atas pemimpin KGB Yuri Andropov, Ponomaryev dari Komite Pusat dan Dmitry Ustinov, Menteri Pertahanan Uni Soviet. Pada akhir Oktober mereka melaporkan bahwa Amin membersihkan musuhnya, termasuk simpatisan Soviet; kesetiannya terhadap Moskwa hanyalah bohongan; dan dia sedang mecari jalur diplomatik dengan Pakistan dan jika mungkin, Republik Rakyat China.

Kamis, 18 Desember 2014

Perang Soviet - Afghanistan (Part I)


Perang Soviet-Afghanistan
Bagian dari Perang Dingin, Perang Saudara Afghanistan

Seorang prajurit Soviet berjaga-jaga di Afganistan, 1988.
Fotografer: Mikhail Evstafiev
TanggalDesember 1979 - Februari 1989
LokasiAfghanistan
HasilSoviet mundur,
Perang Saudara Afganistan berlanjut.
Casus belliPerjanjian antara Soviet dengan pemerintahan Afganistan.
Pihak yang terlibat
Flag of the Soviet Union.svg Uni Soviet
Flag of Afghanistan (1980-1987).svg Republik Demokratis Afganistan
Mujahidin Afganistanyang didukung oleh beberapa negara seperti:
 Pakistan
 Amerika Serikat
 Arab Saudi
 Iran
 Britania Raya
Komandan
Uni Soviet:
Sergei Sokolov
Boris Gromov
Pavel Grachev
Valentin Varennikov
Republik Demokratik Afganistan:

Babrak Karmal
Mohammad Najibullah
Jalaluddin Haqqani
Abdul Haq
Gulbuddin Hekmatyar
Mohammad Yunus Khalis
Ismail Khan
Ahmed Shah Massoud
Sibghatullah Mojadeddi
Abdul Ali Mazari
Kekuatan
620.000Tidak diketahui
Korban
14.751 tewas atau hilang
53.753 terluka
415.932 sakit
Tidak diketahui


Latar Belakang


Daerah yang kini bernama Afganistan sebagian besar merupakan wilayah Muslim sejak tahun 882 M. Negara dengan keadaan geografisnya berupa pegunungan dan gurun pasir mencerminkan pada komposisi etnis, budaya dan bahasanya. Populasinya pun terbagi menjadi beberapa kelompok etnis, Pashtun adalah etnis terbesar, bersama dengan Tajik, Hazara, Aimak, Uzbek, Turkmen dan kelompok kecil lainnya. Keikutsertaan militer Rusia di Afganistan memiliki sejarah yang panjang, berawal pada ekspansi Tsar yang disebut "Permainan Besar" antara Rusia dengan Britania Raya, dimulai pada abad ke-19 dengan kejadian yang disebut insiden Panjdeh. Ketertarikan akan daerah ini berlanjut saat era Soviet di Rusia, dengan adanya miliaran uang bantuan ekonomi dan militer untuk Afganistan pda tahun 1955 sampai 1978.

Pada Februari 1979, revolusi Islam Iran telah mengusir shah yang didukung oleh Amerika Serikat di Iran. Di Uni Soviet, tetangga Afganistan yang terletak di sebelah utara Afganistan, lebih dari 20% populasinya adalah Muslim. Banyak Muslim Soviet di Asia Tengah mempunyai hubungan yang baik terhadap Iran maupun Afganistan. Uni Soviet juga telah terpojok oleh fakta bahwa sejak Februari, Amerika Serikat telah menurunkan 20 kapal, termasuk 2 pesawat pengangkut dan ancaman konstan peperangan dari Amerika Serikat dan Iran. Maret 1979 juga ditandai Amerika Serikat yang mencanangkan perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir. Pemimpin Uni Soviet melihat perjanjian damai antara Israel dan Mesir sebagai langkah peningkatan kekuatan Amerika Serikat di daerah tersebut. Faktanya, sebuah koran Soviet menyatakan bahwa Mesir dan Israel sekarang adalah sekutu dari Pentagon. Uni Soviet melihat perjanjian tidak hanya perjanjian tertulis di antara dua negara tapi juga persetujuan militer.

Senin, 09 Juli 2012

Operasi Uranus


Peta Pertempuran Operasi Uranus

Operasi Uranus ialah pengepungan Soviet dalam Perang Dunia II atas angkatan bersenjata Jerman selama Pertempuran Stalingrad. Pengepungan rangkap dilancarkan pada 19 November 1942 dengan serangan ganda, yang akhirnya bertemu di Kalach 4 hari kemudian.

Persiapan untuk pengepungan itu dibuat dengan seksama. Stalin dipengaruhi untuk mengizinkan Zhukov dan Vasilevsky berdasarkan kondisi dan pemikiran yang diperlukan. Strategi Zhukov ialah menyuplai Stalingrad yang dikepung dengan pasokan cukup untuk menarik Jerman semakin ke dalam, dan sedikit demi sedikit melemahkan Pasukan VI Jerman Paulus, sedangkan perbekalan dan peralatan Tentara Merah yang segar digunakan untuk membangun 5 pasukan tank baru (dari saat ini produksi mesin perang Soviet jauh melampaui perkiraan Jerman).

Sabtu, 24 Desember 2011

Pertempuran Berlin

PENDAHULUAN

Pertempuran Berlin adalah salah satu pertempuran di babak akhir (1944-1945) pada perang dunia kedua di Front Timur (eropa). Sesuai namanya, pertempuran ini terjadi di kota Berlin, kota yang menjadi pusat kekuasaan Nazi Jerman sekaligus menjadi incaran sekutu barat maupun pihak Soviet yang berlomba - lomba untuk mendapatkan kota ini, yang akhirnya dimenangkan oleh pihak Soviet karena pimpinan pasukan sekutu barat, Dwight D Eisenhower, memutuskan untuk membiarkan pasukan Soviet untuk mengambil kota tersebut, namun tetap menyerang Berlin melalui air raid besar - besaran oleh bomber - bomber sekutu.


Eisenhower bersama dengan Churchill, PM Inggris semasa Perang Dunia II

Pertempuran Berlin menandai runtuhnya kekuasaan Nazi secara total dengan peristiwa kematian Hitler, dan menjadi salah satu pertempuran yang paling berdarah yang berlangsung selama beberapa minggu, dengan korban total sebesar 100.000 (perhitungan Jerman) sampai 500.000 (perhitungan Soviet) tentara tewas dan sekitar 22.000 rakyat sipil tewas

AWAL MULA

Alasan mengapa Stalin ingin sekali menguasai Berlin secepatnya adalah karena Berlin mempunyai banyak aset strategis, terutama kemungkinan tentang blueprint program bom atom Jerman. Selain itu, Stalin juga ingin menjadikan jatuhnya Berlin sebagai "hadiah" pada saat perayaan hari buruh 1 Mei tahun 1945.

Untuk merebut Berlin, Soviet mengirim 2.500.000 pasukan yang dilengkapi dengan kendaraan lapis baja dan puluhan ribu artileri. Di sisi lain, pihak Jerman hanya memiliki sekitar 700.000 pasukan sedang di dalam Berlin sendiri hanya ada sekitar 45.000 tentara dibantu dengan 40.000 Volksstrum (tentara rakyat/militia).

Senin, 16 Mei 2011

Pertempuran Stalingrad

Prajurit soviet melambaikan Banner Merah diatas plaza pusat Stalingrad pada tahun 1943.

Pertempuran Stalingrad adalah pertempuran besar Perang Dunia II di mana Nazi Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet untuk menguasai kota Stalingrad (sekarang Volgograd ) di barat daya Rusia . Pertempuran berlangsung antara 23 Agustus 1942 dan 2 Februari 1943 dan merupakan salah satu yang terbesar di Front Timur. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan  Jerman  terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.


Senjata anti tank Soviet 

Pada bulan Juni 1942, Tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet, yang disebut Operation Blau (Operasi Biru). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin 1941-1942. Operasi Biru diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan membuka jalan untuk menguasai ladang-ladang minyak  di Timur Tengah. Pasukan penyerbu Jerman dibagi dua kekuatan, Grup Tentara A menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad.

Minggu, 08 Mei 2011

Operasi Barbarossa

Peta Operasi Barbarossa

Operasi Barbarossa (Jerman: Unternehmen Barbarossa) adalah sebutan invasi tentara Nazi Jerman di Uni Soviet pada Perang Dunia II. Invasi ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1941. Lebih dari 4,5 juta tentara dari kekuatan Axis Uni Soviet menyerbu sepanjang 2.900 km (1.800 mil). Perencanaan untuk Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal 18 Desember 1940; rahasia persiapan dan operasi militer itu sendiri berlangsung hampir satu tahun, dari musim semi tahun 1940 sampai musim dingin 1941.

Barbarossa adalah nama seorang Kaisar Jerman pada Abad Pertengahan.

Pada Hari Minggu pagi, 22 Juni 1941, Adolf Hitler meluncurkan operasi perang angkatan darat terbesar dalam sejarah dunia: Operasi Barbarossa, invasi menuju Rusia. Ini adalah perang total tanpa tanding, terbesar dalam dimensinya, terburuk dalam kebrutalannya, dan terparah dalam kehancurannya. Hitler bertekad bahwa ini adalah perang ideologis suci melawan bolshevisme dan perang rasial melawan bangsa “subhuman” (manusia rendah) Slavia. Seperti kemudian dikatakan Boris Pasternak “kekuatan iblis sejati sedang dipertontonkan kedunia”.
 infantri jerman dan lapis bajanya bergerak melakukan penetrasi ke wilayah Rusia

Mula-mula pasukan Adolf Hitler menang dengan taktik Blitzkrieg nya, tetapi musim dingin tiba dan ini adalah sekutu terbaik Rusia. Pasukan Jerman mampu menghancurkan pasukan-pasukan Uni Soviet namun gagal memperhitungkan kemampuan Uni Soviet untuk secara terus-menerus memperbarui dan mempersenjatai pasaukan baru. Yakin bahwa Jepang tidak akan menyerang di Timur, Stalin juga menarik pasukan Uni Soviet dari Siberia untuk mempertahankan Moskwa dan melakukan serangan balik. Pasukan Jerman dapat menekan sampai beberapa kilometer dari Moskwa, namun serangan balik Uni Soviet di tengah musim dingin akhirnya berhasil mematahkan Operasi Barbarossa. Hitler mengharapkan pukulan cepat dan tidak mempersiapkan perang yang berkelanjutan di tengah musim dingin Rusia.

Rabu, 27 April 2011

Pertempuran Kursk

Hari Pertama - Armada lapis baja dari Leihstandarte Division bergerak menusuk lambung pasukan 151st Guards Rifle Regiment Soviet pads hari pertama Battle of Kursk. Pasukan Jerman ini dilengkapi dengan ranpur Sd Kfz 251 dan pemusnah tank StuG III

Dalam pandangan Soviet, pertempuran Kursk merupakan titik balik yang menentukan dalam perangnya melawan Nazi Jerman. Karena sejak pertempuran satu minggu di bulan Juli 1943 itu, inisiatif peperangan telah beralih seterusnya ke tangan Rusia. Pertempuran tank yang merupakan perang kavaleri modern terbesar dalam sejarah itu karena begitu banyak melibatkan tank dari kedua belah pihak juga mencatat mulai dipakainya tank baru Jerman jenis Panther dan Tiger. Mereka harus menghadapi ribuan tank T-34 dan KV-1 Soviet yang terkenal tangguh.


Medan perang di Kursk itu sendiri merupakan hasil ofensif musim dingin 1942-43 oleh Jerman, yang menyisakan wilayah tonjolan yang berpusat di kota Kursk, pusat persilangan kereta api penting, sekitar 800 km selatan Moskow. Kawasan yang menjorok ke wilayah yang dikuasai Jerman itu lebarnya 190 km dan dalamnya 120 km, memotong wilayah Army Group South pimpinan Marsekal Erich von Manstein dengan Army Group Center yang dipimpin Marsekal Gunther von Kluge.

Kamis, 14 April 2011

Operasi Bagration

Pada Perang Dunia II, Operasi Bagration adalah serangan umum oleh tentara Soviet untuk mengusir tentara Nazi dari Belarusia yang menyebabkan hancurnya Satuan Tentara Tengah Jerman dan mungkin merupakan kekalahan Wehrmacht yang terbesar selama Perang Dunia II.
Satuan Tentara Tengah terbukti sulit untuk dihancurkan sebagaimana ditunjukkan oleh kekalahan Zhukov dalam operasi Mars. Tetapi pada bulan Juni 1944, situasinya berbeda karena meskipun garis depannya telah diperpendek, Satuan ini jadi terbuka setelah hancurnya Satuan Tentara Selatan pada pertempuran-pertempuran yang terjadi sesudah Pertempuran Kursk, Pembebasan Kiev dan Pembebasan Krimea pada akhir musim panas dan berlanjut sampai musim gugur dan musim dingin 1943 - 1944 yang kemudian dinamakan periode ketiga Perang Patriotik Besar.

Selasa, 12 April 2011

Pengepungan Leningrad

Front Timur pada awal Pengepungan Leningrad

Pengepungan Leningrad (bahasa Rusia: блокада Ленинграда, blokada Leningrada), pada Perang Dunia II, berlangsung dari 8 September 1941, sampai 8 Januari 1944, merupakan pengepungan Jerman terhadap kota Leningrad (sekarang St.Petersburg) di Soviet Rusia. Pengepungan ini merupakan pengepungan terbesar dan paling berdarah dalam sejarah, menewaskan lebih dari 1 juta orang. Pihak Jerman menyebutnya Operation Nordlicht (Operasi Cahaya Utara).
Jerman Nazi menginvasi Rusia dengan Operasi Barbarossa pada 22 Juni 1941 — dan bagi Uni Soviet, peristiwa ini merupakan awal Perang Soviet-Jerman. Sebuah front kedua dibuka setelah Soviet mengebom beberapa kota di Finlandia pada 25 Juni, yang mengawali Perang Soviet-Finlandia. Pada Agustus, pasukan Finlandia telah menguasai kembali Tanah genting Karelian, mengancam Leningrad dari arah barat, dan bergerak melalui Karelia timur Danau Ladoga, mengancam Leningrad dari utara. Markas besar Finlandia menolak permohonan Jerman untuk menyerang dari udara terhadap Leningrad dan di selatan tidak bergerak lebih jauh dari Sungai Svir di Timur Karelia. Pergerakan Jerman sangat cepat dan pada September, Wehrmacht telah menyerang Leningrad. Di utara, pasukan Finlandia terus bergerak sampai mencapai Sungai Svir pada bulan Desember 1941, 160 km timur laut Leningrad.

Sabtu, 26 Februari 2011

Perang Rusia - Jepang

Perang Rusia-Jepang (10 Februari 1904 – 5 September 1905) adalah konflik yang sangat berdarah yang tumbuh dari persaingan antara ambisi imperialis Rusia dan Jepang di Manchuria dan Korea. Peperangan ini utamanya terjadi karena perebutan kota Port Arthur dan Jazirah Liaodong, ditambah dengan jalur rel dari pelabuhan tersebut ke Harbin.

Asal-mula perang

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, berbagai negara Barat bersaingan memperebutkan pengaruh, perdagangan dan wilayah di Asia Timur sementara Jepang berjuang untuk menjadi sebuah negara modern yang besar. Lokasi Jepang mendorongnya untuk memusatkan perhatian pada Dinasti Choson Korea dan Dinasti Qing di Tiongkok utara, sehingga membuat negara itu bersaingan dengan tetangganya, Rusia. Upaya Jepang untuk menduduki Korea menyebabkan pecahnya Perang Tiongkok-Jepang.